Portal Suara Independen

Portal Online yang menyediakan ruang berkomunikasi bagi masyarakat Indonesia pecinta pers alternatif, untuk memperjuangkan kebebasan pers, demokrasi dan keadilan.

Siapa Kami

Kami adalah para pemerhati yang peduli untuk menguatkan suara yang terpinggirkan, memperjuangkan hak-hak warga yang diabaikan dan didiskriminasi, serta memberikan platform untuk kritik yang konstruktif terhadap kebijakan dan tindakan penguasa.

Editor

Pimpinan : Bela Kusumah Kasim
Anggota : Hilarius Tokan
Admin : Mario Ngopi Dulu

 
 

Learn more →

Penulis Tetap: Bela Kusumah Kasim, Hillarius Tokan, Mario Ngopi Dulu.

Penulis Lepas: Portal Suara Independen merupakan wadah bagi kontributor yang terdiri dari jurnalis profesional, penulis, tokoh budaya, politikus, pemerhati, dan aktivis, baik yang bermukim di Indonesia maupun di luar negeri (Diaspora Indonesia).

Penulis di Portal Suara Independen, baik tetap maupun lepasan, bertanggung jawab penuh atas isi, fakta, serta opini yang mereka sampaikan dalam tulisan. Pandangan para kontributor tidak selalu mencerminkan sikap tim editorial. Secara prinsip, tim editorial tidak menanggung implikasi hukum yang mungkin timbul dari tulisan tersebut..

Learn more


Kisah Kami

Pada bulan Juni 1994, majalah Suara Independen diterbitkan sebagai respon terhadap pembredelan TEMPO, EDITOR, dan DETIK. Momen ini mendorong wartawan untuk bergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang mendeklarasikan: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan berpendapat, memperoleh informasi, dan kemerdekaan berserikat adalah hak asasi setiap warga negara.”

Deklarasi SIRNAGALIH ditandatangani oleh 56 jurnalis pada 7 Agustus 1994 di Sirnagalih, Bogor. AJI menerbitkan majalah bawah tanah INDEPENDEN tanpa izin, yang disebar ke kampus-kampus dan LSM. Namun, dalam enam bulan, pengurus AJI – Achmad Taufik, Eko Maryadi, dan Danang Widyoko – ditangkap dan dipenjara.

Bela Kusumah dan kawan-kawan di Melbourne kemudian mendirikan Yayasan Suara Independen untuk membantu AJI melanjutkan penerbitan majalah. AJI menerbitkan majalah bawah tanah baru, “SUARA INDEPENDEN,” dengan alamat PO BOX 173 Surrey Hills, Melbourne.

Hampir 25 tahun berlalu, namun kondisi demokrasi Indonesia masih belum membaik. Kami berharap para wartawan tetap terinspirasi oleh Deklarasi SIRNAGALIH untuk memperjuangkan kebebasan pers di era digital yang sering dibanjiri berita palsu. Dengan pemerintahan baru yang cenderung kembali ke gaya Orde Baru, kami berupaya menghidupkan kembali Suara Independen sebagai Portal Suara Independen.

Learn more