Di tengah panggung politik Indonesia yang penuh intrik, kepentingan pribadi dan saling memperalat, kaum Reformis, yang boleh disebut sebagai kaum demokratis, kembali dihadapkan ujian berat. Mereka adalah para idealis yang bermimpi tentang demokrasi sejati, namun langkah terbaru PDIP yang melirik Anies, seorang tokoh politik-identitas, telah menghempas harapan mereka dengan kejam.


Perjalanan Kaum Reformis
Reformis lahir dari semangat perubahan. Mereka terdiri dari mahasiswa, aktivis, dan masyarakat umum yang berjuang untuk demokrasi yang lebih baik. Mereka mendukung partai politik yang sejalan dengan idealisme demokrasinya. PSI dan PDIP beberapa contohnya. Dalam perjalanan mereka, tokoh-tokoh seperti Jokowi dan Megawati menjadi simbol harapan. Ganjar Pranowo muncul sebagai pemimpin yang mereka dambakan, membawa harapan baru untuk masa depan Indonesia.


Namun, perjalanan ini tidak selalu mulus. Ketika Jokowi mulai meninggalkan idealisme yang selama ini mereka junjung tinggi, beberapa parpol, seperti PSI, turut melepaskan prinsip-prinsip tersebut. Dalam situasi ini, Megawati menjadi satu-satunya tokoh parpol yang masih diandalkan. Reformis pun terpecah, menyisakan eks-Jokowers yang tetap setia pada mimpi idealisme dan mereka yang mendukung Ganjar bersama para Ganjar purists.

Kecurigaan terhadap komitmen PDIP pada demokrasi sejati mulai muncul ketika parpol tersebut berniat untuk mengusung Puan Maharani, putri Megawati, sebagai calon presiden dalam Pilpres, alih-alih Ganjar. Meskipun pada menit-menit terakhir mereka mengubah keputusan dan memilih Ganjar, keraguan sudah terlanjur tertanam.


PDIP dan Anies: Lirikan Maut
Langkah PDIP yang melirik Anies Baswedan, seorang oportunis yang dikenal dengan politik identitasnya, bagaikan meneteskan setitik nila ke dalam sebelanga susu, menjadi pukulan telak bagi kaum Reformis. Ketertarikan pada politisi yang kerap berafiliasi dengan PKS yang munafik pada Pancasila, dan gerakan khilafah itu, merupakan desperate move yang dianggap bertentangan dengan idealisme demokrasi berdasarkan Pancasila yang selama ini diperjuangkan. Bagi mereka, ini adalah tanda bahwa parpol harapan mereka mulai meruntuhkan idealismenya.


Justifikasi PDIP
Meskipun keretakan sosial parah yang telah ditimbulkan oleh Anies, PDIP yang integral dengan Pancasila, seakan tidak peduli dengan prinsip keadilan dan akuntabilitas, malah mengemukakan beberapa justifikasi lirikannya pada Anies, dimulai dengan menyampaikan bahwa perbedaan sebelumnya hanyalah dinamika politik praktis yang wajar. Berikut adalah beberapa justifikasi tersebut:


1. **Strategi Elektoral**: PDIP mungkin melihat Anies sebagai sosok yang dapat menarik basis pemilih yang berbeda, terutama dari kalangan religius dan konservatif. Ini bisa menjadi strategi untuk memperluas basis dukungan mereka dalam pemilu mendatang.
  
2. **Rekonsiliasi Politik**: Setelah Pilpres 2024, ada upaya untuk mengurangi ketegangan politik. Menggandeng Anies bisa dilihat sebagai langkah rekonsiliasi untuk meredakan ketegangan dan membangun kerja sama yang lebih baik di masa depan.
  
3. **Keberlanjutan Program**: PDIP mungkin melihat kesamaan dalam beberapa program yang dijalankan Anies dengan visi mereka, meskipun ada perbedaan dalam pendekatan politik.


Dan beberapa lagi, yang semua menunjukkan bahwa kepentingan untuk meraih kemenangan dianggap lebih mendesak dibandingkan dengan penegakan nilai-nilai idealisme demokrasi.


Menghempas Harapan
Bagi para Reformis, langkah ini, khususnya, dan kerjasama PDIP-PKS di berbagai daerah, umumnya, dianggap sebagai pengkhianatan terhadap idealisme demokrasi yang mereka perjuangkan. Tanpa kendaraan parpol yang dapat diandalkan, mereka merasa kehilangan arah dalam permainan politik ini. Dalam Pilkada Jakarta, sebagian dari mereka cenderung memilih golput, karena calon-calon yang ada, termasuk duet Pramono-Rano, tidak mencerminkan idealisme mereka.


Mencari Jalan Baru
Namun, apakah ini akhir dari perjuangan mereka? Apakah mungkin bagi kaum Reformis untuk menemukan jalan baru melalui individu-individu independen yang tidak terikat oleh partai politik? Bagaimana mereka bisa tetap berpegang pada prinsip-prinsip demokrasi dan membawa perubahan yang berarti? Pertanyaan-pertanyaan ini menggugah kita untuk berpikir lebih dalam tentang masa depan demokrasi di Indonesia.


Artikel ini ditulis untuk menambah wawasan di tengah-tengah banyaknya informasi yang beredar. Mari kita kembali mengingat tujuan asli dari reformasi: menciptakan demokrasi yang sejati, di mana kebebasan, keadilan, dan partisipasi aktif warga negara menjadi pilar utama. Dengan memahami perjalanan dan tantangan kaum Reformis, kita dapat belajar dan terus berjuang untuk mewujudkan cita-cita demokrasi yang lebih baik.

Kesimpulan
Perjuangan para Reformis adalah cerminan dari semangat demokrasi yang sejati. Meski menghadapi tantangan besar, mereka tetap berkomitmen untuk memperjuangkan kebebasan, keadilan, dan partisipasi aktif warga negara. Langkah PDIP yang melirik Anies mungkin menghempas dan menghancurkan harapan mereka bagaikan shattered glass, tetapi semangat mereka untuk mencapai demokrasi sejati tidak akan pernah padam.

Renungan akhir minggu Oleh: Mario NgopiDulu @Melbourne, 1 Desember 2024

Mario NgopiDulu is an Indonesian diaspora living in Melbourne and a staunch supporter of Ganjar Pranowo. As an independent activist, he is dedicated to advancing the ideals of Reformasi. Mario actively engages with fellow independent relawan from Jakarta, various other cities in Indonesia, as well as Europe and the Americas. He, who remains unaffiliated with any political party, is part of their forums consisting of chairpersons and coordinators.”

Artikel di atas bukan merupakan representasi dari semua Relawan Independen atau forum-forum terkait, melainkan merupakan properti dari Portal Suara Independen, yang selalu memperjuangkan harapan para Reformis.

https://tirto.id/sejarah-reformasi-1998-latar-belakang-dan-dampaknya-gJnxtirto.id3kompaspedia.kompas.id

https://nasional.kompas.com/read/2024/05/21/18111431/26-tahun-reformasi-aktivis-98-kami-masih-ada-dan-akan-terus-melawan
https://www.msn.com/en-au/news/news/content/ar-AA1uQpy9?ocid=sapphireappshare

https://jakarta.bisnis.com/read/20240813/77/1790572/pdip-siap-koalisi-dengan-pks-di-pilkada-jakarta-2024-asal-usung-ahok
https://www.msn.com/en-au/news/news/content/ar-AA1uxvHH?ocid=sapphireappshare
https://www.suara.com/news/2024/11/25/135122/anies-masuk-medan-pertempuran-di-pilkada-jakarta-pdip-makin-pd-lawan-paslon-yang-didukung-jokowi
https://nasional.kompas.com/read/2024/06/26/16293321/pdi-p-gabung-koalisi-anies-disebut-bisa-unggul-pada-pilkada-jakarta

https://news.detik.com/berita/d-2211477/pks-bersikukuh-tolak-asas-tunggal-pancasila-di-ruu-ormas

https://www.thejakartapost.com/opinion/2023/06/18/the-rise-of-the-young-religious-progressives-or-hidden-conservatism.html

https://theconversation.com/how-the-worlds-biggest-islamic-organization-drives-religious-reform-in-indonesia-and-seeks-to-influence-the-muslim-world-165064