Ketergantungan Impor di Tengah Surplus Lokal dan Kehadiran Susu Ikan
Indonesia sedang menghadapi krisis dalam sektor susu: ketergantungan pada impor kian parah, sementara surplus susu lokal justru dibuang begitu saja.
Di balik ironi ini, terlihat jelas lemahnya keberpihakan pemerintah, dengan oknum tertentu yang lebih memprioritaskan susu impor—menghancurkan harapan peternak lokal yang selama ini menjadi tulang punggung pangan nasional.
Lebih membingungkan lagi, pemerintah malah gencar mempromosikan susu ikan sebagai solusi ketahanan pangan, sementara sektor susu sapi terus terabaikan. Apa yang sebenarnya terjadi di balik semua ini?
Artikel ini mengeksplorasi kontradiksi dalam sektor susu Indonesia dan mengusulkan solusi potensial untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung peternak lokal. Mari kita lihat satu per satu kontradiksi tersebut di bawah ini:
1. Produksi Lokal Rendah vs. Pembuangan Susu:
Sebuah kontradiksi yang ironis ketika produksi susu lokal tercatat hanya memenuhi sekitar 20% dari kebutuhan nasional14, namun ada lebih dari 200 ton susu segar per hari yang dibuang.
Ini menunjukkan adanya masalah ketidakefisienan dalam rantai pasokan, distribusi, dan sistem penyimpanan yang menghambat pemanfaatan susu lokal secara efektif.
2. Ketergantungan pada Impor vs. Produksi Lokal Dibuang:
Kontradiksi yang tidak kalah ironisnya, meskipun produksi susu rendah sehingga kita me-impor susu (dari Malaysia, Australia dan New Zealand) untuk memenuhi kebutuhan nasional, susu lokal malah dibuang.
Ini menunjukkan ketidakcocokan antara kemampuan produksi lokal dan penyerapan pasar, mungkin karena standar kualitas, timing, harga, tantangan logistik, atau masalah manajemen dan mungkin politis.
Ada laporan dari lapangan bahwa beberapa oknum pemerintah menginstruksikan perusahaan untuk lebih memilih susu impor daripada susu lokal. Hal ini menyebabkan peternak lokal membuang susu mereka karena tidak terserap oleh Industri Pengolahan Susu (IPS)15.
3.Biaya Produksi Susu Ikan Lebih Tinggi vs. Inklusi dalam Program Makan Siang Gratis:
Kaldu ikan, atau dikenalkan kepada masyarakat sebagai “susu ikan” lebih mahal sampai 7 kali lipat untuk diproduksi dibandingkan susu sapi, namun tetap dimasukkan dalam program makan siang gratis pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap dana APBN sangat besar. Uji coba program ini telah dilakukan di beberapa sekolah untuk memperkenalkan susu ikan kepada anak-anak.
Keputusan kontradiktif ini mungkin didorong oleh faktor selain biaya, seperti manfaat gizi, diversifikasi sumber protein, dan dukungan untuk perikanan lokal.


4. Promosi Susu Ikan vs. Pemanfaatan Susu Sapi yang Kurang:
Pemerintah mempromosikan susu ikan yang merupakan temuan baru, sementara susu sapi lokal yang sudah ada sejak dulu kurang diperhatikan.
Masalah ini bisa disebabkan oleh tujuan strategis untuk diversifikasi sumber protein dan mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga menyoroti perlunya dukungan yang lebih baik untuk peternak sapi lokal.
5. Dukungan Pemerintah untuk Susu Ikan vs. Kurangnya Dukungan untuk Peternak Sapi:
Pemerintah memberikan dukungan yang signifikan untuk produksi dan promosi susu ikan. Dikatakan bahwa produksi susu ikan mendukung hilirisasi produk perikanan dan dapat menciptakan lapangan kerja baru di sektor perikanan, namun sementara peternak sapi menghadapi masalah seperti kapasitas pengolahan yang terbatas akses pasar dan mungkin penurunan kesempatan kerja.
Hal ini menunjukkan perlunya dukungan yang seimbang di seluruh sektor pertanian untuk memastikan semua produsen lokal dapat berkembang.
Solusi Potensial untuk Mengatasi Kontradiksi Ini
Pengabaian terhadap peternak lokal adalah bentuk pengkhianatan terhadap kedaulatan pangan nasional. Jika pemerintah terus mengutamakan susu impor, maka tidak hanya peternak lokal yang dirugikan, tetapi juga masa depan pertanian kita. Mari bersama mendesak pemerintah untuk bertindak tegas dan adil. Jangan biarkan kepentingan politik jangka pendek menghancurkan sektor peternakan rakyat.
Ada beberapa masukan yang berpotensi untuk memperbaiki masalah tersebut di atas.
1. Meningkatkan Infrastruktur Rantai Pasokan dan Penyimpanan: investasi dalam fasilitas penyimpanan yang lebih baik, seperti cold storage, serta membangun jaringan distribusi yang efisien. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi pemborosan susu sapi lokal, memastikan produk tetap segar, dan memperlancar aliran pasokan ke konsumen.
2. Meningkatkan Akses Pasar untuk Peternak Sapi Lokal: Menerapkan kebijakan yang memastikan peternak sapi lokal memiliki akses yang lebih baik ke fasilitas pengolahan dan pasar, mungkin melalui subsidi atau insentif. Juga, menyesuaikan produksi susu dengan permintaan pasar untuk menghindari surplus.
3. Dukungan Pemerintah yang Seimbang untuk Sektor Produksi Susu dan Ikan: Pemerintah perlu memberikan dukungan yang seimbang kepada produsen susu sapi dan ikan untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di kedua sektor tersebut. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah melalui pemberian subsidi atau insentif kepada peternak, guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu. Selain itu, perhatian khusus pada Gabungan Koperasi Susu Indonesia dapat menjadi cara yang efektif untuk mendukung peternak susu di dalam negeri.
4. Mempromosikan Konsumsi Susu Lokal: Mendorong konsumsi susu sapi lokal melalui kampanye kesadaran publik dan inklusi dalam program pemerintah.
5. Program Peningkatan Kualitas: Menerapkan program untuk meningkatkan kualitas susu sapi lokal agar memenuhi standar industri dan mengurangi ketergantungan pada impor.
6. Diversifikasi Produk: Mengolah susu menjadi produk-produk lain seperti keju, yogurt, atau susu bubuk, yang memiliki masa simpan lebih lama. Selain itu, inovasi produk juga dapat dilakukan dengan mengembangkan varian baru dari susu yang menarik minat konsumen, serta dapat meningkatkan permintaan pasar.
7. Kebijakan Pembatasan Impor: Mengatur impor susu untuk memastikan susu lokal dapat terserap dengan baik oleh industri pengolahan. Mungkin dengan Mengenakan pajak pada susu impor untuk menciptakan persaingan harga yang adil.
Bagaimana menurut Anda kita bisa mengatasi kontradiksi ini dan meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia? Silakan tinggalkan komentar di bawah dan mari kita berdiskusi untuk menemukan solusi bersama.
Sebuah renungan, oleh: Mario Ngopidulu.
Sumber gambar Nakita.grid.id dan Detik.com, photo Solopos/Ni’matul Faizah
Sumber bacaan: (1) Metode Efektif Menyimpan Susu Sapi Agar Tahan Lebih Lama – detikcom. https://www.detik.com/jatim/kuliner/d-7629157/metode-efektif-menyimpan-susu-sapi-agar-tahan-lebih-lama.
(2) Ramai Susu Sapi Dibuang Peternak, Titiek Soeharto … – Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/jabar/berita/719947/ramai-susu-sapi-dibuang-peternak-titiek-soeharto-kunjungi-kpsbu-lembang.
https://search.app?link=https%3A%2F%2Fwww.cnbcindonesia.com%2Fnews%2F20241111093147-4-587163%2Fditolak-industri-200-ton-susu-dibuang-tiap-hari-pemerintah-bisa-apa&utm_campaign=aga&utm_source=agsadl2%2Csh%2Fx%2Fgs%2Fm2%2F4
(3) Mengapa RI Sangat Bergantung Impor Susu? – Kompas.com. https://money.kompas.com/read/2023/12/23/153310226/mengapa-ri-sangat-bergantung-impor-susu.
(4) Biang Kerok Indonesia Sangat Bergantung Susu Impor – Kompas.com. https://money.kompas.com/read/2024/01/24/104510126/biang-kerok-indonesia-sangat-bergantung-susu-impor.
(5) Mengenal Susu Ikan: Sejarah dan Potensinya di Indonesia – Medcom.id. https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/JKR57r3k-mengenal-susu-ikan-sejarah-dan-potensinya-di-indonesia.
(6) Ini Keunggulan Produksi Susu Ikan Versi Pemerintah – Kompas.com. https://money.kompas.com/read/2024/09/19/202857726/ini-keunggulan-produksi-susu-ikan-versi-pemerintah.
(7) Cara Simpan Susu Segar agar Tidak Cepat Basi, Awet sampai 6 Bulan. https://www.kompas.com/food/read/2020/10/08/131212175/cara-simpan-susu-segar-agar-tidak-cepat-basi-awet-sampai-6-bulan.
(8) Paradoks Susu di RI: Tanah Subur, tapi Ketergantungan Impor – Kompas.com. https://money.kompas.com/read/2024/11/12/180431126/paradoks-susu-di-ri-tanah-subur-tapi-ketergantungan-impor.
(9) Indonesia Punya Potensi Ganti Susu Sapi dengan Susu Ikan – Bisnis Finansial. https://ekonomi.bisnis.com/read/20240911/12/1798817/indonesia-punya-potensi-ganti-susu-sapi-dengan-susu-ikan.
(10) Ada Berapa Pabrik Susu Ikan yang Beroperasi Saat Ini?. https://www.tempo.co/ekonomi/ada-berapa-pabrik-susu-ikan-yang-beroperasi-saat-ini–4244.
(11) Mengapa Susu Impor Masih Menjadi Ketergantung Di Indonesia? Saatnya …. https://kumparan.com/031_lukita-sari/mengapa-susu-impor-masih-menjadi-ketergantung-di-indonesia-saatnya-kita-bangkit-23qbMRH1Uly.
(12) Alasan Susu Impor yang Masuk Indonesia Lebih Murah. https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/54617/alasan-susu-impor-yang-masuk-indonesia-lebih-murah.
(13) undefined. https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D.
(14)https://www.adelaide.edu.au/global-food/research/international-development/indodairy
(15) Susu Impor Rugikan Peternak Lokal, Legislator Ingatkan Janji Swasembada …. https://emedia.dpr.go.id/2024/11/18/susu-impor-rugikan-peternak-lokal-legislator-ingatkan-janji-swasembada-pangan-prabowo/.
(16) Impor Susu Meningkat, DPR Minta Pemerintah Berikan Perhatian Peternak …. https://emedia.dpr.go.id/2024/11/12/impor-susu-meningkat-dpr-minta-pemerintah-berikan-perhatian-peternak-sapi-lokal/.
(17) Anggota DPR Kritik Wacana Impor 2 Juta Sapi di Tengah Kesulitan …. https://emedia.dpr.go.id/2024/11/05/anggota-dpr-kritik-wacana-impor-2-juta-sapi-di-tengah-kesulitan-peternak-lokal/
