Mengurai Dampak Fenomena Politik pada Nilai-Nilai Pembentukan Karakter Generasi Muda ![]()
Sejak kecil, kita ditanamkan dengan nilai-nilai positif, dan sebagai orang tua, kita berupaya menanamkan nilai-nilai serupa pada anak-anak kita: gantungkan cita-cita setinggi langit, berakit-rakit dahulu berenang-renang kemudian, belajar rajin, bekerja keras, tidak pantang menyerah, menghadapi tantangan dengan tegar, mematuhi peraturan, dan tidak curang. Dalam era yang semakin kompetitif dan keras seperti sekarang, nasihat, dorongan, dan bimbingan seputar nilai-nilai tersebut sangatlah penting. Dukungan dari keluarga, masyarakat, media, pemerintah, dan teladan dari pemimpin untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut sangat diharapkan. Contoh-contoh teladan, baik di buku sekolah maupun kisah nyata, sangat diharapkan, terutama di tengah banyaknya contoh buruk yang terjadi di mana-mana.
Fenomena Gibran menarik untuk diamati. Berikut adalah beberapa hal yang memuluskan Gibran untuk sukses seakan tanpa perlu kerja keras dan nilai-nilai positif lainnya:
– Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan uji materi terkait batasan usia calon presiden dan wakil presiden. Meskipun Gibran berusia di bawah 40 tahun, ia diizinkan mendaftar sebagai calon wakil presiden, yang menuai kontroversi dan kritik dari berbagai pihak.
– Sebagai anak presiden, Gibran memiliki keuntungan dalam hal dikenal luas oleh publik. Namanya telah dikenal sejak ayahnya menjabat sebagai presiden.
– Sebagai anak presiden, Gibran memiliki akses ke jaringan politik dan dukungan dari beberapa partai politik.
– Keterlibatan Gibran dalam pemilihan wakil presiden menuai kontroversi karena dianggap sebagai tindakan #nepotisme yang tidak adil bagi calon lain yang tidak memiliki hubungan keluarga dengan presiden.
Nepotisme sudah mendarah daging di segala tingkat dan merupakan ciri kehidupan di Indonesia. Sejak saya lahir dan besar di jaman Orde Baru sampai lulus sekolah, dewasa, berkarir, kawan-kawan yang anak pejabat tinggi selalu satu dua langkah lebih maju. Namun merubah UU dengan konteks dan itikad melancarkan jalan anak presiden menjadi wakil presiden mendatang merupakan phenomena tambahan yang baru. Dampak dari fenomena ini bisa mencakup:
– Dampak pada Nilai-Nilai: Fenomena kontroversial ini dapat meragukan nilai-nilai positif yang telah diajarkan sejak kecil, serta menggoyahkan kepercayaan pada keadilan dan integritas.
– Upaya penegakan hukum: dapat melemahkan komitmen kita untuk taat hukum.
– Pendidikan: Tantangan semakin berat bagi orang tua dan masyarakat dalam memberikan pendidikan dan kesadaran kepada generasi muda tentang kemandirian, usaha tanpa memotong jalan pintas, pentingnya menghormati hukum dan mengikuti aturan dengan baik.
– Kurangnya Kesempatan: mensahkan #UnfairAdvantage seseorang seperti Gibran bisa mengurangi peluang bagi anak-anak muda lain yang tidak memiliki akses atau dukungan serupa, menghambat perkembangan potensi mereka.
– Ketidaksetaraan: Anak-anak muda lain yang tidak memiliki hubungan dengan pejabat mungkin merasa kesempatan mereka terbatas.
– Pengaruh Terhadap Demokrasi: Keterlibatan anak-anak pejabat tinggi dalam politik bisa memengaruhi persepsi masyarakat tentang demokrasi, terutama jika terlalu banyak keuntungan diberikan pada keluarga penguasa.
Ada dampak negatif lainnya tapi saya ingin mendengar dari pembaca, tolong berikan pendapat anda dengan menulis komen di bawah pos ini.
Meskipun Gibran memiliki keuntungan sebagai anak presiden, anak-anak muda lainnya tetap memiliki kesempatan untuk mencapai kesuksesan melalui:
– Kerja Keras dan Kemampuan: Kesuksesan tidak hanya bergantung pada status keluarga atau hubungan dengan pejabat, tetapi juga pada kerja keras, kemampuan, dan dedikasi.
– Kisah Inspiratif: Banyak kisah inspiratif dari orang-orang yang memulai dari bawah dan berhasil mencapai kesuksesan, membuktikan bahwa semangat pantang menyerah dan tekad dapat mengatasi segala rintangan.
– Pendidikan dan Pelatihan: Pendidikan formal dan pelatihan dapat membuka peluang baru untuk memperluas wawasan dan keterampilan.
– Jaringan dan Koneksi: Meskipun tidak memiliki hubungan dengan pejabat, membangun jaringan dan koneksi dengan berbagai kalangan dapat membuka pintu kesempatan.
– Nilai-Nilai Positif: Tetaplah menghargai nilai-nilai seperti kerja keras, integritas, dan kejujuran, karena nilai-nilai ini akan membantu mengatasi tantangan dan meraih kesuksesan.
Mari kita tetap fokus pada usaha kita sendiri. Setiap individu memiliki potensi untuk mencapai cita-cita, terlepas dari latar belakang atau status sosial. ![]()
Sebuah Renungan oleh
Mario Ngopi Dulu
18 Februari 2024
